Jalan kecil dekat rumah

7:34 AM

Itu kelokan jalan dekat rumahku, dimana setiap kali aku berbelok (belajar belok-belok, naik motor, ehehehe) selalu berkumandang namamu di benakku, dengan alasan yang entah apa.

Itu jalan yang lebarnya tak lebih dari 2,5 meter, yang dikiri kanannya bertumbuhan ilalang tinggi berbunga putih dan semak hijau yang setiap pagi sarat embun bening. Aku selalu merasa damai setiap kali tiba di kelokan itu, dan tak pernah terlewatkan. Selalu, kulewati dulu rumahku, agar aku punya waktu untuk berbelok dulu ke sana.

Selalu, ketika menurun, saat sejauh mata memandang hanya kaki gunung diliput kabut pagi, ketika mentari belum lagi terlalu tinggi dan membuat punggungku hangat, aku merasa "inilah rumah", sedemikian nyaman dan damai, tak terperi. Rasanya ingin memejamkan mata, tidur sekejap, dan ketika membuka mata, hanya ada gemintang yang kulihat, dua matamu yang bulat berkilau, dua permata yang selalu tampak tersenyum, tak bisa berdusta, menghamburkan seluruh perasaanmu yang tersembunyi, sarat cinta....

Terima kasih telah ada untukku, meski entah dimana, entah kapan....


16 Jun 2009

You Might Also Like

0 comments