Fesbuker

7:08 AM

Sejak aku mengenal Facebook sekitar Agustus tahun lalu, yang pertama kuperhatikan adalah tempat menuangkan isi hati dan isi kepala, apakah account itu menyediakan tempat menulis atau tidak, itu yang terpenting untukku. Maka sejak awal membuka account facebook, aku sudah mulai menulis note "le commencement", yang artinya "beginning".

Awal tahun ini, ketika teman-teman di facebook makin bertambah, dengan terheran-heran aku menyadari bahwa mereka, teman-temanku itu, bisa berkomentar mengenai notes-ku, lalu kemudian kutahu bahwa aku bisa tag mereka di note-ku sehingga mereka akan terpanggil untuk membaca.

Mulanya terasa menyenangkan, meletakkan banyak nama di notes, membaca satu persatu komentar mereka, membalasnya. Tapi lama kelamaan rasanya kok meletihkan juga, seperti memaksa orang untuk membaca. Tokh sebetulnya sejak awal pun saya tidak pernah memanggil seorang pun untuk membaca catatan-catatan saya. Tujuan utama saya adalah menuangkan ide saya menjadi sebuah catatan kecil, kalau kemudian catatan itu dibaca, dikomentari,  atau ternyata berguna untuk banyak orang, alhamdulillah. Pemilik semua ilmu itu adalah Yang Maha Kuasa, dan Dia juga yang menyentuh dan menggerakkan hati orang untuk membaca catatan-catatan saya yang sederhana itu.

Kalaupun sekarang saya "memanggil" kawan, mungkin hanya sedikit, atau hanya satu, yang saya pikir memang berhak membaca catatan saya karena saya menulis dalam ingatan tentangnya atau terinspirasi olehnya.

Saya sudah punya pengalaman cukup lama menulis tanpa respon dari "pihak seberang". Saya pernah bertahun-tahun menulis surat (memang tak terlalu sering sih, tapi tetap menulis kok) kepada seseorang, dan tak pernah ada satu pun balasan. Tidak apa-apa, yang saya tahu adalah pesan saya sampai dengan selamat, dan saya percaya dia membacanya, itu sudah cukup buat saya. Lalu saya mengirimkan tulisan-tulisan saya kepada beberapa teman saya via e-mail, hanya satu orang, Dely, yang dengan setia membacanya satu persatu, bahkan membuatkan saya account blogger untuk tulisan-tulisan tersebut dengan nama "les messages de Vivera". Kemudian saya punya 2 blog di dunia maya ini, satu di friendster dan satu lagi di blogger. Yang di blogger tak pernah ada satupun comment (belakangan saya tahu, Gaby murid saya sering juga membacanya), yang di friendster ini terkadang ada yang baca, orang yang itu itu juga, dan sangat jarang berkomentar, itupun saya tidak tahu apakah orang itu memang selalu membaca tulisan saya atau hanya sesekali.

So, saya sudah sangat terbiasa menulis catatan tanpa "imbalan" comment dan penghargaan. Bagi saya intinya memang bukan disitu, tapi kepuasan diri pribadi telah menyelesaikan suatu karya, selebihnya adalah bonus, begitu.

Jadi saya menolak digolongkan kedalam kelompok "fesbuker", bukan karena saya tak suka facebook, tapi sejujurnya, saya tak mau menjadi "addicted" terhadap sesuatu, termasuk tak mau "kecanduan" internet. Tokh dimasa lalu, ketika internet belum ada, atau ketika telepon rumah belum ada, ketika telepon seluler belum ada, hidup tetap berjalan dan the sun goes on shining.

Bulan-bulan kemarin saya rajin sekali menulis notes di facebook karena ada orang yang rasanya membuat saya sangat bersemangat. Ketika kemudian orang tersebut menarik diri, dengan segera semangat saya juga berkurang, tapi ternyata ada hal positif yang saya dapat, saya membuka lagi blog saya yang lainnya, kembali menulis di blog friendster yang telah sekian lama terbengkalai, saya membuat account untuk menyimpan foto-foto karya saya, membuka banyak situs lain, kembali memotret, lebih banyak membaca. Huft ternyata betapa banyaknya waktu saya tersita untuk membuka facebook, sekedar membaca status kawan-kawan yang seringkali hanya sekedar "bete deh" atau "ngapain ya sekarang?". Dan baru saya sadari bahwa untuk menulis sebuah catatan, ternyata diperlukan waktu tak lebih dari sejam mulai dari draft, preview, dan googling untuk menemukan foto yang sesuai dengan tema catatan tersebut. Kalau catatannya pendek, malah hanya setengah jam atau 45 menit. Tuh 'kan....

Saya sadar sekarang, ternyata saya bukan fesbuker, saya writer dong......hha.

24 Jun 2009

You Might Also Like

0 comments