Laut biru, bawa pesanku...

1:52 PM

Dini hari lagi, saatnya dingin mulai menyapa. Ini saat dimana aku
begitu ingin menulis entah tiga atau tujuh kata, hanya untuk berbagi
apa yang kurasa, tapi kepada siapa?
Aku tak punya siapa-siapa, tak ada orang yang akan dengan gembira
menerima bahkan hanya satu kata dariku. Tak ada lagi...
Hanya ada suara malam, yang menyadarkan akan kesunyian dan kesendirian.
Rasanya aku pernah merasa aman, nyaman dan terlindung. Rasanya aku pernah merasa tak sendirian dan dibutuhkan. Pernah....
Tapi entah kapan entah dimana.
Mungkin dalam buku dongeng yang telah koyak diterpa asin air laut, kisah pangeran menemukan
putri sejatinya, yang cantik, yang dicintainya, yang dipandanginya
dalam lelap, yang akan dijaga agar tak terluka, tak boleh terluka...
Pesan tiga, lima, tujuh kata, hanya berserak di meja, ditulis tangan
diatas kertas biru muda, untuk dimasukkan ke dalam botol bening, yang
akan dihanyutkan di pantai berpasir putih, agar tiba di pantai pulau
seberang...
Biar awan putih yang mengantarkannya, biar angin yang akan membacakan
isinya, sayup, lembut, nyaris tak terdengar...
Hanya yang mengerti akan paham bahasa hati.
Dini hari 3 februari jam 03.30
--

You Might Also Like

0 comments