Layang-layang

2:26 AM

Kemarin siang cerah sekali, di kejauhan kulihat layang-layang
diterbangkan. Sangat ingin mengabadikannya untuk dilampirlan di
catatan ini, tapi kameraku terlalu sederhana. Diperlukan lensa tele
untuk mengabadikannya.
Melihat layang-layang terbang, membuatku merenung. Bukankah hubungan
antar manusia juga mirip layang-layang? Kita memegang benangnya,
menariknya, atau mengulurnya bila diperlukan. Jangan terlalu banyak
mengulur, karena kalau benang kendur layang-layang jadi terlalu
lembut, melayang hilang arah, dan jangan juga menariknya terlalu
keras, atau benang akan putus, dan kita kehilangan layang-layang...
Mungkin mudah membeli lagi. Ya, kalau hanya sekedar layang-layang.
Tapi hubungan antar manusia? Dimana ada penjualnya?
Memilikinya sungguh jauh lebih mudah, yang sulit adalah menjaganya
agar tetap stabil.
Kamu tahu? Aku merasa bagai layang-layang yang terputus, kehilangan
arah dan mungkin jatuh di kebun, basah terkena embun, sulit untuk
diterbangkan lagi...
--
Sent from my mobile device

You Might Also Like

2 comments

  1. Seseorang sahabat remaja pernah memberi nasihat, "Jangan terlalu dekat dan jangan terlalu jauh, DENGAN SIAPAPUN!"

    Entah benar atau tidak, tetapi nasihat itu masih terus kuingat. Membangun sebuah hubungan yang harmonis, tidak selalu harus selalu dekat. Teralu dekat, berpotensi menimbulkan kejenuhan. Semakin banyak hal-hal buruk yang akan tampak. Tetapi dengan menjaga jarak, rindu akan mewarnai hati..

    ReplyDelete
  2. thx. nice to meet you here.
    jangan bosan posting comment disini ya.

    ReplyDelete