Harapan

9:48 PM

Beberapa hari berselang, kamu menggumam pelan: "...tidak semuanya
terjadi sesuai dengan harapan kita".
Dan aku terdiam, mencoba memahami kata-katamu. Ah tidak, mencoba
mencerna dan menerimanya, menerima kenyataan yang mungkin memang tak
sesuai dengan yang kuharapkan.
Itu sebabnya aku menolak menatap matamu, berusaha mengalihkan
tatapanku ke tempat lain, atau memejamkan mata, hidup dalam impian.
Aku tak pernah berharap ada secarik kebencian dalam gelap matamu, tak
juga inginkan melihat erangan manusia terluka dalam ketakberdayaan.
Aku cuma ingin lihat kilau samar dari gemintang harapanku yang dulu
kugantungkan begitu tinggi dan tak terbayang akan dapat kupetik dengan
cara yang sederhana.
Harapan yang entah masih boleh kumiliki atau tidak, yang mungkin telah
terkikis oleh kecewa karena waktu tak kunjung menjelang datang.
Aku tak siap melihat kekecewaan dalam tatapanmu, apalagi dengan helai
kebencian melapisi.
Tapi bukankah seperti katamu tadi, harapan seringkali tak sesuai
dengan kenyataan?
Dan kalau memang itu yang kulihat disana, mau tak mau aku harus
menerimanya sebagai sebuah realita. Betapa pun cahaya di hatiku masih
sama....
--
Sent from my mobile device

You Might Also Like

0 comments