Hidup Baru

2:55 AM

"Selamat menempuh hidup baru". Selalu itu yang diucapkan orang ketika menghadiri acara pernikahan. Hidup baru seperti apa sih? Tokh hidup yang dijalani masih hidup yang itu juga. Apa bedanya? Berbeda, mungkin, karena mereka yang asalnya sendiri, yang bisa "semau gue" sekarang menjadi tak lagi sendiri, dan jelas punya tambahan beban yang semestinya diketahui dan dipahami oleh semua orang, namanya "tanggung jawab".
Masalahnya, apakah semua orang memahami dan menyadari hal tersebut? Tampaknya sih tidak. Pada umumnya, disini, keputusan untuk menikah lebih mudah diambil ketimbang "orang sono". Kenapa? Disini, yang dipikirkan keumuman orang adalah pesta pernikahan, dan bukan apa yang akan dihadapi setelah pernikahan.
Padahal, pernikahan hanyalah pintu "hidup baru". Isi yang sesungguhnya terdapat dalam rangkaian tahun berikutnya yang puluhan tahun kemudian menjadi "hidup yang tak baru lagi", ahhaha.
Segala sesuatu, ketika masih baru, rasanya memang seru banget. Seperti buku dan handphone baru. Tentunya begitu juga dengan kehidupan yang baru. Masalahnya, tak banyak orang yang kemudian terus mengeksplorasi kehidupan tersebut sehingga menjadi lebih bermakna. Kebanyakannya, selang beberapa waktu kemudian, yang mulanya menarik, jadi membosankan. Yang paling parah adalah, kalau setelah bosan, lalu seperti handphone, dibiarkan terlantar atau diberikan pada orang lain. Dan si pembosan itu, cari yang baru!
Beuh. Makanya, gak usahlah terlalu heboh urusan hidup baru. Lebih baik memperbaharui hidup, setiap hari. Every day is a new life...

You Might Also Like

2 comments

  1. He,... he,.. he,... ada aja yang menjadi catatan Ibu yang satu ini,... tapi memaknai Ilmu tentang kehidupan yang sering melintas didepan mata,... seolah biasa dan wajar,... padahal ada sesuatu yang salah dan ganjil,... jadi benar kayaknya jika menikah itu harus dilandasi oleh "IBADAH", karena ibadah yang satu ini dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW,.... karena Ibadah adalah hal yang dilarang ALLAH,.. kecuali yang dicontoh kan,... oleh Rasulullah Muhammad SAW,..., Insya ALLAH mak nyuuusss deh menikahnya,... tinggal,... melakoninya ,... beurat bu,.. he,.. he,... he,..

    salam;

    Doddy Djoeber

    ReplyDelete
  2. hmm, makasih. Seneng, ada yang comment, ehehehe. Ini blog, lebih lepas dan bebas ngisinya ketimbang FB, jadi yang muncul di kepala ketika duduk ngabaso, ya upload saja tanpa mikir2, hehehe (mungkin di FB lebih formal, gitu, karena yang menilai lebih banyak).
    Iya pak, Rasul itu uswatun hasanah, mudah2an kita selalu mencontoh beliau. Amin.

    ReplyDelete