Nice!

8:26 AM

Hei, bukankah kita pernah berada dalam lingkup waktu yang sama, yang penuh tawa dan sarat senyum? Bahkan saat perpisahan pun menjadi sesuatu yang lucu, ketika kamu cerita bahwa orang-orang memandangi pipimu sambil menahan senyum. Ahhahaha, ternyata ketika kamu lihat di kaca, ada jejak perpisahan disana.
Bukankah kita pernah duduk berdampingan, membaca koran berisi info gadget, tertawa ketika aku menyadari bahwa aku sungguh gaptek, menyadari bahwa aku tak teliti membaca info ponsel.
Bukankah sesaat sebelum kita benar-benar terpisah kali terakhir itu, masih ada senyum dan tatap jenaka, dan kejutan tak terlupakan yang indahnya luarbiasa, yang membuatku bagai layangan putus, melayang tak tentu arah karena terpana.
Bukankah jemari itu yang menghapus tetes airmata, dan bibir itu yang tersenyum dan berbisik: "Ssshh, kalau jauh dariku, jangan nangis yaa...".
Bukankah ada kalimat tertulis yang begitu menenangkan hati "...semuanya akan baik-baik saja...".
Bukankah ketika mentari terbit, warnanya masih keemasan, dan masih jingga ketika terbenam, dan keduanya tampak begitu indah bila kita melihatnya dengan mengingat bahwa kita punya seseorang yang dicinta.
Aku menulis ini dengan senyum mengembang, mengenang semua hal indah yang pernah kualami. Tak ada sesal mendera, karena memang tak berguna.
Tiba-tiba aku merasa, akan pernah melihat sepasang mata itu lagi, yang menatap dengan jenaka, berkilau penuh senyum, seperti mentertawakan tangisanku yang berlebihan...
"Switch...lihat dari sudut pandang yang lain", nyata terdengar bisikannya...

Selalu ada semangatmu mengisi hari-hariku.

You Might Also Like

0 comments