Kembali

2:33 PM


Baru beberapa menit berselang kudengar adzan subuh berkumandang. Aku merasa hatiku mengharu biru. Barapa lama sudah tak kudengar adzan seindah itu, berapa lama sudah kututup telingaku dengan bantal ketika aku mendengarnya, dan membiarkan jiwaku kosong?
Here I am, inilah aku, kembali ke sudutku. Sebulan lalu, aku masih menyebutnya "sudut pilu", sekarang tidak lagi...ini bukanlah sudut derita, inilah tempat terbaik dimana masih kurasa jiwaku penuh dan tetap bisa merasakan cinta putihmu yang indah.
Putih? Ya, bagiku cintamu harus tetap putih seperti dulu, cinta yang memperkaya batin dan jiwaku, yang membahagiakanku dalam airmata haru yang sesekali menetes karena rindu.
Itulah cintamu, yang mengejawantah dalam sikap dan perbuatan yang tulus keluar dari lubuk hati terdalam, yang tak ternodai oleh warna merah bara yang membutakan, yang tetap berdasar pada "ingin melihat dirimu bahagia"...
Dini hari ini, aku mengingatmu dengan utuh, dengan seluruh sikapmu yang terjaga, dengan getar mendalam yang hanya muncul dan tampak samar di bola matamu, tatapan yang seringkali kau palingkan ke arah lain agar aku tak bisa membaca semuanya dengan jelas.
Aku ingat jemarimu, yang menggenggamku, menuntunku kembali mengisi jiwaku yang kosong.
Barangkali kamu sudah berubah pikiran, tak lagi punya keinginan untuk menemui orang yang ditelinganya selalu mendengar janjimu dulu: "tunggulah, aku akan datang untukmu..."
Kau mengantarku kembali kesini, ke sudut indah ini, dan tahukah, aku tetap menyimpan janjimu tadi, menantimu disini dengan asa tak berbatas....
Datanglah membawa jutaan bunga putihmu yang samar itu....

You Might Also Like

0 comments